oleh

Warga Desa Oinlasi-TTS Nikmati Air Bersih Hasil Swadaya

Iklan Covid Walikota Kupang

SoE, RNC – Warga Dusun 3, Desa Oinlasi, Kecamatan Kie, Kabupaten TTS, kini berbahagia karena tidak lagi kesulitan air bersih. Sebulan lalu, mereka bersepakat membangun jaringan air bersih secara swadaya.

Sebuah bak penampungan dibangun berjarak 100 meter dari sumber air yang selama ini digunakan warga. Setelah itu, warga menyediakan dua buah fiber dengan volume masing-masing 1.200 liter, serta sebuah bak penampung.

Iklan Dimonium Air

Kini masyarakat tidak kesulitan lagi dalam mendapatkan air bersih. Mereka tidak lagi berjalan hingga ratusan meter bahkan berkilo-kilo meter. Dengan dua buah bak penampungan dan dua buah fiber yang diletakkan pada empat titik berbeda dengan memperhatikan jarak rumah warga, jarak tempuh masyarakat untuk mendapatkan air bersih semakin dekat.

“Kami tidak jalan jauh lagi dan tidak harus antri lagi untuk mengambil air bersih,” ujar Rudi Bantaika, salah satu warga Dusun 3, Desa Oinlasi, Kamis (1/7/2021).

Selain jarak yang semakin dekat, waktu mengambil air pun sudah lebih singkat, sehingga masyarakat pun bisa memanfaatkannya untuk menanam sayur maupun untuk aktivitas lain.

Pantauan RakyatNTT.com, di sekitar bak penampungan pertama itu, warga menanam beraneka sayuran. Rudi menjelaskan, sayur yang ditanam itu untuk konsumsi keluarga, juga untuk dipasarkan jika persediaannya masih ada.

“Sayur-sayuran ini nantinya untuk konsumsi keluarga. Kalau lebih kita akan pasarkan untuk membantu perekonomian keluarga,” jelasnya.

Selain swadaya masyarakat, anggota DPRD Kabupaten TTS, Piter Kefi dari PDI Perjuangan juga membantu masyarakat setempat dengan memberikan selang sepanjang 100 meter.

Dengan adanya dukungan tersebut, beban masyarakat pun berkurang. Untuk mengalirkan air sampai ke titik yang telah disediakan bak penampung dan fiber, masyarakat berswadaya membeli selang.

Baca Juga:  Alasan PPKM, Bupati TTS Absen di Sidang Paripurna, tapi Hadiri Syukuran Hari Bhakti Adiyaksa

Sementara itu, untuk menjangkau sejumlah warga yang letak rumahnya berada di ketinggian, masyarakat pun meminjam dinamo milik Alaxander Nomleni.

Sebelumnya, saat kunjungan DPRD Provinsi NTT yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Provinsi NTT, Emilia Nomleni, masyarakat diminta untuk membuat proposal guna mendapatkan bantuan motor air, bak penampung dengan kapasitas yang lebih besar juga selang.

Terkait hal itu, masyarakat pun sudah memasukkan proposal permohonan ke DPRD Provinsi NTT. Namun untuk sementara, masyarakat menggunakan selang seadanya untuk mengalirkan air.

“Kita sudah kasi masuk proposal, tapi kita juga tetap berswaday untuk menyediakan selang sambil menunggu bantuan dari Pemerintah,” ujar Rudi.

(rnc21)

  • 167
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed