oleh

Noldus Pandin: Semoga Dunia Pendidikan Makin Inklusif

Makassar, RNC – Tanggal 2 Mei memiliki arti kesejarahan bagi dunia pendidikan di Indonesia. Pasalnya, tanggal tersebut adalah titik star untuk menata dunia pendidikan sejak awal, dan hingga kapan pun di wilayah Indonesia. Di samping itu juga tokoh pendidikan Indonesia adalah Ki Hadjar Dewantara sekaligus pahlawan nasional yang lahir pada 2 Mei, sehingga momentum ini dijadikan Hari Pendidikan Nasional yang patut dikenang dan dijadikan sebagai inspirasi dalam memajukan dunia pendidikan di Indonesia.

Noldus Pandin sebagai salah satu aktivis penyandang disabilitas di Kota Makassar, memiliki saran dan masukan tentang keberadaan dunia pendidikan yang berpihak pada kaum penyandang disabilitas. “Menurut hemat saya, soal dunia pendidikan saat ini telah berjalan baik. Dan seyogianya semakin baik dalam tata kelola agar kenyamanan peserta didik, mahasiswa yang dalam kebutuhan khusus merasa terperhatikan dengan penuh kasih sayang sebagaimana telah terangkum dalam nilai Pancasila, dalam Undang-undang Dasar 1945, serta Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016, tentang Perlindungan Penyandang Disability,” papar Arnold sapaan akrab Noldus.

Program Merdeka Belajar yang dilakukan pemerintah merupakan model yang memberikan ruang ekspresi belajar, ruang kreativitas, ruang eksplorasi cara berpikir kritis dan futuristik dari peserta didik, maupun mahasiswa. “Memang terkadang problem yang muncul atau keluhan adalah adanya bully, belum siapnya adanya guru atau pendidik yang paham menanganinya, belum tersedia sarana aksesnya ruang belajar atau kampus. Maka dari itu, harapan kami supaya kita semua semakin terbuka cakrawala berpikir kita yang inklusif, agar pendidikan di negara kita semakin inklusif,” tutur pengiat isu disabilitas ini, sembari menikmati kopi Toraja. (*/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *