oleh

Rekon Kasus Pembunuhan di Rote Ndao, Alex Bulan Peragakan 32 Adegan

Ba’a, RNC – Penyidik Satuan Reskrim Polres Rote Ndao, Jumat (23/10/2020) menggelar reka ulang atau rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Melkias Patola, warga Desa Tunganamo, Kecamatan Pantai Baru Kabupaten Rote Ndao.

Rekonstruksi yang menghadirkan tersangka Alexander Bulan dan 12 orang saksi dilakukan di perkebunan Lifusalani, yang merupakan tempat kejadian perkara (TKP). Jalannya rekonstruksi dikawal ketat aparat Polsek Pantai Baru.

Pantauan RakyatNTT.com, rekonstruksi kasus pembunuhan ini dipimpin oleh KBO Satreskrim Polres Rote Ndao, Aiptu Stefanus Palaka. Turut hadir Kapolsek Pantai Baru, Iptu Konelius Tuati, tim dari Kejari Rote Ndao, diantaranya Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum), Anjar Purbo Sasongko, Kasi Barang Bukti, Andri Kristanto, dan Kasi Intel Kejari, Angga Ferdian.  Jalannya rekonstruksi disaksikan keluarga korban serta warga Desa Tunganamo.

BACA JUGA: Polres Rote Ndao Ungkap Kasus Pembunuhan di Desa Tunganamo

Saat rekonstruksi, tersangka Alex Bulan memperagakan 32 adegan. Rekon dimulai dengan adegan pemukulan terhadap korban di kandang yang ada di TKP. Kemudian tersangka menyeret korban, dan membaringkan di bale-bale, mengambil topi dan masker korban yang terjatuh dan meletakan kembali di wajah korban, menutup pintu pagar dan kembali ke rumah dengan menumpang sepeda motor yang dikendarai salah satu saksi.

Rekonstruksi juga memperlihatkan beberapa saksi turut melihat tersangka di sekitar TKP dan melihat keadaan korban.

Kepada RakyatNTT.com, Kapolres Rote Ndao, Felli Hermanto melalui Kapala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Kasubbag Humas) Polres Rote Ndao, Aiptu Anam Nurcahyo, mengatakan, kegiatan rekonstruksi dilakukan untuk melengkapi berkas tersangka sekaligus mengetahui secara jelas bagaimana tersangka menghabisi nyawa korban.
“Atas perbuatan menghilangkan nyawa korban, tersangka dijerat dengan Pasal 338 KUHP jo Pasal 354 ayat (2) KUHP jo Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman pidana 15 tahun,” terang Anam.

BACA JUGA: Polisi Otopsi Jasad Melkias Patola, Korban Pembunuhan di Rote

Untuk diketahui, kasus pembunuhan ini motifnya adalah dendam pribadi. Sebab pada Juli 2020, terjadi pertengkaran antara pelaku dan korban terkait pemotongan rumput untuk makanan hewan. Saat itu pelaku memotong rumput di lokasi Konakadik. Korban sempat melarang pelaku dengan alasan lahan di sekitar Konakadik adalah miliknya. Menurut pelaku, korban juga mengeluarkan kata-kata “orang miskin” sehingga ia tersinggung.

Pada 24 September 2020, pelaku yang tersulut dendam kemudian menghabisi korban. Di TKP, korban dipukul dengan sebatang kayu (kayu hutan duri putih) pada tengkuk korban. Melihat korban jatuh tersungkur dan tidak bergerak, pelaku memukul korban sekali lagi pada bagian belakang. Setelah korban memastikan korban telah meninggal, pelaku menyeret korban ke dalam kebun lombok Lifusalani. Korban dibaringkan di atas sebuah bale-bale. Kemudian ia pulang ke rumah. (rnc12)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed