oleh

Bupati Sikka : Pejabat Harus Tanggap dan Inovasi

 

Maumere, RNC – Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos, M.Si, secara resmi melantik tiga pejabat Pimpinan Tinggi Pratama. Pelantikan itu berlangsung di Gedung Sikka Convention Center (SCC) Maumere, Selasa (11/1/2022).

Iklan Dimonium Air

Ketiga pejabat yang dilantik yakni, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO), Yoseph Heryanto Vandiron Sales, S.Sos, M.I.Kom, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran, Verdinando Lepe, S.Sos, dan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Yohanes Baptista Laba, ST.

Dalam sambutannya, Bupati Sikka meminta Kadis PKO yang baru dilantik, untuk mengelilingi semua sekolah di Kabupaten Sikka, mulai dari PAUD/TK hingga SMA/SMK, walaupun tingkat SMA menjadi kewenangan dari pemerintah provinsi, namun fungsi koordinasi harus tetap dijalankan.

Menurut bupati yang akrab disapa Robi Idong ini, masih banyak pelajar SMA/SMK berasal dari keluarga yang kurang mampu. Apalagi, setiap hari para pelajar tersebut datang dan mengeluhkan kesulitan biaya pendidikan kepada dirinya. Namun sebagai bupati Sikka, dia tidak percaya begitu saja.

Karena itu, dia meminta timnya turun melihat situasi, sehingga layak untuk dibantu. “Kita masih kurang koordinasi dengan pemprov. Padahal Pemprov NTT menyiapkan beasiswa juga, tapi dari Kabupaten Sikka tidak pernah mengusulkan. Kemarin saya sudah minta 400 SMA/SMK di Sikka, untuk menyampaikan profil keluarga siswa, sehingga kita usulkan baik beasiswa provinsi, Program Indonesia Pintar (PIP), bahkan dari Kementerian Sosial,” ujar Bupati Robi Idong.

Dikatakannya, seorang Kadis PKO juga harus mampu menemukan segala sesuatu di masyarakat, sebab 60 persen warga Sikka memiliki tingkat pendidikan masih sangat rendah. “Kepala dinas hanya di tempat saja, itu nol, tidak dapat atau menemukan apa – apa. Tapi kalau kita turun dan lihat langsung, pasti kita menemukan segala hal, dan bisa mencari solusinya. Ada kerja sama antara pemerintah kabupaten, kecamatan, desa. Ke atasnya ada provinsi, ada pemerintah pusat melalui kementerian, gunakan itu,” tegasnya.

Baca Juga:  Tim Gugus Covid-19 Perketat Prokes dan Akselerasi Vaksinasi

Sebagai seorang kepala dinas, lanjut Bupati Robi Idong, harus mampu berkreasi, cerdas, berani dan jangan jadi pengecut. Pak kadis PKO keluarkan semua kemampuan anda, dan selalu berkoordinasi dengan sekda dan bupati, sehingga tuntaskan semua persoalan pendidikan dan olahraga di Kabupaten Sikka,” pintanya.

Sementara kepada kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD), Robi Idong menegaskan, Kabupaten Sikka masuk dalam kategori risiko bencana nomor 1 terbesar di NTT, dan nomor 50 di Indonesia. Dengan adanya peristiwa gempa 1992 silam, dan catatan bencana lainnya di Kabupaten Sikka, maka dia mengharapkan BPBD Sikka melaksanakan tanggap bencana sebaik mungkin, serta mampu mengambil keputusan yang cepat dan tepat.

“Harus berani dan tegas! Baca aturan dan ketentuan yang berlaku, biar tidak salah saat mengambil keputusan. Kemudian harus membuka ruang dan
memberikan waktu untuk masyarakat Sikka, dalam mengakses informasi kebencanaan. BPBD Sikka juga harus punya perencaan tentang kebencanaan, pemetaan dalam pekerjaan, sehingga ketika ada kejadian, bisa diantisipasi dan diatasi,” tandasnya.

Sedang untuk Kasat Pol PP dan Damkar,¬†Robi Idong juga meminta harus cepat tanggap, mampu melindungi dan memberikan kesejahteraan bagi bawahannya. “Saya juga pernah di Pol PP, jadi kalau kerja di lapangan itu uang juga harus cepat. Pak Kasat harus memperhatikan itu, karena kekuatan ada di personil. Kalau personilnya lemah, energi kurang, nanti tugas tidak bisa dilaksanakan dengan baik,” sebut mantan sekretaris Pol PP Kabupaten Sikka ini.

Dia meminta Kasat Pol PP dan Damkar, untuk selalu membangun koordinasi bersama semua stakeholders, dan memberikan pelayanan yang baik bagi seluruh warga masyarakat Kabupaten Sikka. “Aspek keramahan sangat penting membuat masyarakat sadar, bukan menindak mereka seperti penjahat. Karena rakyat itu adalah orang baik yang harus disayangi, yang harus diatur bukan ditindak. Sayangi mereka, arahkan mereka untuk ke jalan yang benar,” pinta Bupati Robi Idong. (rnc24)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed