oleh

Ini Alasan Demokrat Usung Paket Jojon di Sumba Barat

Kupang, RNC – Partai Demokrat memiliki kader untuk diusung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumba Barat yang akan berlangsung pada tahun 2020. Informasi tersebut disampaikan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sumba Barat Dominggus D. Leba, beberapa waktu lalu di Kupang.

Menurutnya, kader Partai Demokrat yang akan diusung adalah Jhon Lado Bora Kaba. Saat ini Jhon adalah anggota DPRD Sumba Barat. Jhon Lado akan dipasangkan menjadi wakil bupati dengan kader Partai Perindo, yakni Jhon Dade.

Alasan Partai Demokrat mengusung pasangan yang dipopulerkan dengan nama JoJon ini, selain karena koalisi Perindo-Demokrat sudah memenuhi 20% kursi di DPRD Sumba Barat juga karena sinyal merapatnya dua partai politik ke dalam koalisi. “Partai Berkarya dan PSI juga sudah memberi sinyal untuk bergabung bersama kami,” kata sosok yang akrab disapa Domi ini.

Hal lain yang menjadi pertimbangan Demokrat Sumba Barat mengusung paket Jojon adalah pengalaman dan geo politik dari dua figur tersebut. Jhon Dade sebelumnya adalah Kepala Dinas Pendidikan dan juga mantan Kadisdukcapil Sumba Barat. Jhon Dade juga pernah bertarung melalui jalur independen pada Pilkada Sumba Barat tahun 2015. Saat itu ia berada pada urutan ketiga perolehan suara. Sementara Jhon Lado Bora Kaba yang didorong Demokrat sebagai calon wakil adalah annggota DPRD dua periode dan masih terpilih lagi pada Pileg 17 April lalu.

Sementara dari representasi wilayah, Kabupaten Sumba Barat yang memiliki 6 kecamatan, pada tahun 2015 Jhon Dade menang di tiga kecamatan yakni, Kecamatan Tanariu, Loli dan Kota. Ia kalah di Wanokaka, Lamboya dan Lamboya Barat. Sementara di tiga kecamatan, dimana Jhon Dade mengalami kekalahan merupakan basis dari Ketua Perindo Sumba Barat Riko Deta, yang juga merupakan mantan Wakil Bupati Sumba Barat dan pernah menjabat sebagai Plt. Bupati tahun 2010.

Baca Juga:  Jelang Pilkada, Pengurus Partai Demokrat Ngada Tuntut Berhentikan Ketua DPC

Pada tahun 2015, Riko Deta yang kali ini memilih untuk mendorong kadernya pernah maju melalui jalur independen. Ketua Perindo tersebut berada di urutan kedua perolehan suara. “Jadi ini menyatunya dua kekuatan figur yang berada pada urutan kedua dan ketiga perolehan suara pilkada 2015 lalu. Pak Riko tidak jadi maju, namun akan berperan sebagai ketua tim,” ungkap Domi lagi.

Selanjutnya, menurut Domi, lebih spesifik lagi, geo politik di tingkat bawah, yakni di daerah Loli, dipilah menjadi dua, yakni Loli Atas dan Loli Bawah. Calon Bupati Jhon Dade mewakili Loli Atas. Sementara di Loli Bawah ada tiga figur yang akan maju, yakni Daniel Bili yang akan diusung Golkar dan Niga Dapawole yang merupakan petahana dan Prof. Keba Moto yang juga sudah mendaftar di beberapa partai politik. Dengan demikian suara Loli Bawah akan terbagi pada tiga figur ini. “Jadi untuk Loli jika dihitung satu berbanding tiga,” jelas Domi.

Calon Wakil Bupati yakni Jhon Lado adalah sosok yang populer dan bisa mewakili tiga kecamatan lainnya yakni Wanokaka, Lamboya dan Lamboya Barat. “Jadi hitungan kami enam kecamatan paket JoJon ini menjangkau semua. Kami optimis menang jika dua figur ini diduetkan,” pungkas Domi. (rnc02)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *