oleh

Parah! Oknum Kepsek SMP di Manggarai Korupsi Dana BOS Selama 4 Tahun

Iklan Demokrat

Ruteng, RNC – Tim Gabungan Penyidik Kejaksaan Negeri Manggarai menggeladah Kantor Dinas Pendidikan dan Kantor Badan Keuangan Daerah Kabupaten Manggarai, Kamis (1/7/2021) pagi. Penggeledahan tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi oleh HN, Kepala SMP Negeri 1 Reo, dalam pengelolaan dana BOS (Bantuan Operasional Siswa) sejak tahun 2017 sampai 2020.

Kepala Kejari Manggarai, Bayu Sugiri dalam jumpa pers mengatakan, penggeledahan itu dilakukan untuk mengumpulkan barang bukti tambahan pasca penetapan status tersangka terhadap Kepala SMPN 1 Reo, Jumat (25/6/2021) lalu. Selain HN, MA (43) selaku bendahara dana BOS sekolah tersebut juga ditetapkan sebagai tersangka. HN dan MA ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepala Kejaksaan Negeri Cabang Reo setelah penyidik mengumpulkan beberapa barang bukti dan keterangan para saksi.

Iklan Dimonium Air

Bayu menjelaskan, HN bersama MA diduga melakukan tindak pidana korupsi dengan motif melaksanakan kegiatan fiktif yang dibiayai oleh dana BOS.

“Uangnya juga dibagikan kepada guru-guru dan pegawai serta mark up kegiatan,” jelas Bayu.

Ia menambahkan, HN dalam pengelolaan dana BOS tidak menyertakan bukti pertanggungjawaban yang lengkap dan memadai sesuai aturan pengelolaan keuangan. Kerugian keuangan negara yang timbul akibat perbuatan tersangka adalah sebesar Rp.839.401.569,00.

Menurut Bayu, kasus tersebut sangat disayangkan, sebab pelaku menilep uang negara lebih dari 40 persen dari total seluruh dana selama 4 tahun anggaran.

Soal keterlibatan pihak di Dinas Pendidikan, Bayu katakan hal tersebut akan dilihat nanti pada proses pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut
Yang pasti, penyidik akan mengumpulkan semua fakta karena dana yang diselewengkan cukup besar.

“Tidak lama lagi kita akan lakukan proses penyelidikan dan selanjutnya akan dilimpahkan ke pengadilan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kejari Cabang Reo, Salesius Guntur mengatakan, sejauh ini pihaknya telah berhasil mengumpulkan barang bukti dan keterangan dari 42 orang saksi. Saksi itu terdiri para guru dan pegawai SMPN I Reo, tim manajemen BOS dari Dinas Pendidikan, serta para rekanan penyedia barang dan jasa.

Baca Juga:  Polres TTU Limpahkan Dua Berkas Perkara Dugaan Korupsi Dana Desa Akomi

“Ada satu orang ahli dari inspektorat serta surat berupa laporan perhitungan kerugian keuangan negara,” jelasnya.

Para tersangka, lanjut Guntur, belum dilakukan penahanan dan belum diambil keterangannya. “Jadi nanti akan ditentukan kemudian (penahanan tersangka, red),” tutupnya. (rnc23)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed