oleh

PDAM Kota Kupang Bukukan Pendapatan Rp 11,6 Miliar di Tahun 2020

Kupang, RNC – Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bening Kota Kupang berhasil memperoleh pendapatan senilai Rp 11,6 miliar pada tahun 2020.

Direktur PDAM Tirta Bening, Jhoni Ottemoesoe di ruang kerjanya, Jumat (8/1/2021), menjelaskan pendapatan pada tahun 2020 mencapai angka Rp 11.657.000.000 dengan laba bersih sebesar Rp 536.000.000.

Ia pun berharap pada tahun 2021 pendapatan terus meningkat. Targetnya rata-rata per bulan berada di angka Rp 1,3 miliar hingga Rp 1,4 miliar. Total target pendapatan tahun 2021 sebesar Rp 16 miliar, dengan target laba bersih di antara Rp 3 sampai 4 miliar. Menurutnya, pendapatan ini difokuskan untuk memaksimalkan pelayanan air bersih kepada masyarakat.

PDAM terus berupaya mengoptimalkan berbagai sumber air baku yakni diistilahkan dengan “Program Pilih Biji Asam,” untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Program ini dilakukan sambil menunggu tambahan suplai air baku dari SPAM Kali Dendeng yang sementara dikerjakan.

Menurutnya, anggaran yang disiapkan untuk memaksimalkan beberapa sumur bor seperti sumur bor Oepura sebesar Rp 4,5 miliar tahun 2021 ini. Peningkatan yang dilakukan adalah menambah berbagai spesifikasi termasuk tambahan 1 sumur bor lagi.

BACA JUGA: Atasi Masalah Air Bersih, Pemkot Kupang Kerja Sama dengan Pemilik Sumur Bor

“Dengan menambah resevoir 200 kubik membangun 1 sumur bor, jadi nanti rata-rata akan keluar 40 liter per detik,” katanya.

Sumur bor milik keluarga Foenay di Kelurahan Oepura melayani wilayah Oepura, Kayu Putih, Fatululi, TDM, Oebobo dan Nefonaek sampai Kelurahan Pasir Panjang. Totalnya melayani 4.100 pelanggan BLUD SPAM yang sekarang dialihkan ke PDAM Tirta Bening.

Ia juga menjelaskan, program pilih biji asam sendiri sudah bisa menjawab eks pelanggan BLUD SPAM yang diputuskan hubungan kerja samanya sejak tahun lalu. Bahkan pelanggan di kelurahan yang telah dialiri air saat ini bisa mendapatkan layanan 3-4 kali per pekan.
“Itu mungkin bisa dibuktikan di Kelurahan Oesapa Selatan, Kelurahan Liliba dan di sebagaian Penfui,” ucapnya.

Selanjutnya, akan diotimalisasi Air Itam milik Universitas Kristen Artha Wacana dengan anggran optimalisasi senilai Rp 1 miliar untuk tahap awal. Kemudian sumur bor milik Viktor Lerik, GMIT Marturia dan sumur bor milik Wakil Wali Kota Kupang, dr Hermanus Man.

“Yang paling penting sekarang adalah komitmen pada jaringan dan sumber-sumber, perlahan masalah air bisa terjawab,” pungkas Jhoni.

(rnc04)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed