oleh

Uang Nasabah Hilang, CU Kasih Sejahtera Betun Belum Ganti

Betun, RNC – Kasus hilangnya uang nasabah sebesar Rp 20 juta di Credit Union Kasih Sejahtera Betun, Malaka, hingga saat ini belum diselesaikan.

Uang tersebut milik nasabah atas nama Beatrik Bano Nahak, warga Desa Umatoos, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka. Kepada RakyatNTT.com, Senin (8/2/2021) di Betun, Beatriks mengaku baru mengetahui kehilangan uang milikinya pada buku anggota pada 9 September 2020 ketika hendak menarik uang miliknya itu.

“Saat itu, kita mau lakukan pencairan uang Rp 20 juta itu di kantor cabang (CU) di Wewiku, akan tetapi pihak teller mengatakan telah dilakukan penarikan uang sebesar 20 juta di Kantor Cabang (CU) Betun,” jelas Beatrix Bano Nahak.

BACA JUGA: Puluhan Nakes Demo DPRD Malaka, Tuntut Anggota Dewan Hendrik Fahik Minta Maaf

Beatrix merasa aneh karena pihak teller CU berani melayani oknum yang melakukan pencairan uang 20 juta itu tanpa membawa buku rekening atau buku anggota CU. Pihak CU juga mengaku sebagai korban dalam kasus ini.

Beatrik mengatakan kasus ini sudah sampai di Kantor CU Kasih Sejahtera Pusat Atambua dan siap untuk diselesaikan secara internal antara nasabah dan pihak bank. Sudah ada kesepakatan untuk penggantian uang nasabah pada akhir tahun 2020 lalu. Namun sampai saat ini belum ada realisasi. “Kami ke kantor pusat di Atambua diperkirakan bulan Oktober dan bertemu pimpinan. Pada saat itu pimpinan menjanjikan akan membayarkan uang ini pada akhir tahun 2020 tetapi sampai hari ini belum ada pembayaran,” kata Beatrix.

Sementara itu, Manajer Credit Union Kantor Pelayanan Betun, Aryanto Seran yang dikonfirmasi kepada RakyatNTT.com, Senin kemarin mengatakan masalah tersebut sudah ditangani kantor pusat CU Atambua. Oleh karena itu, harus diklarifikasi langsung oleh pusat.

Baca Juga:  PKB Serahkan Rekomendasi untuk 2 Paslon Bupati/Wabup di NTT

“Kami sudah pernah jadwalkan pada tanggal 6 Januari kemarin untuk bertemu pimpinan CU Kasih Sejahtera pusat di Betun tetapi yang bersangkutan tidak hadir karena urusan keluarga yang tidak bisa ditinggalkan,” tandasnya.

Menurutnya, informasi terkait pertemuan itu benar adanya, tatapi kami disampaikan informasinya hanya secara lisan dan pertemuan itu tidak jelas, makanya kami tidak hadir dan juga saat itu kebetulan ada pertemuan keluarga yang tidak bisa ditinggalkan,” tandasnya. (rnc11)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *