oleh

Jika Hakim Tak Kabulkan Eksepsi, Ini yang Dilakukan Jonas Salean

Kupang, RNC – Proses peradilan terhadap terdakwa Jonas Salean memasuki agenda mendengar putusan sela hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Kupang, Selasa (17/11/2020) pagi ini.

Bagaimana jika hakim tidak mengabulkan eksepsi dari kuasa hukum Jonas Salean? Kepada RakyatNTT.com, kuasa hukum terdakwa Jonas Salean, Yanto Ekon menjelaskan apabila eksepsi tidak dikabulkan hakim saat putusan sela, maka mereka siap membuktikannya saat persidangan.

Menurut Yanto, eksepsi yang dilayangkan masih merupakan hal formal. Belum bisa dijadikan seperti dalam dakwaan dan tanggapan atas eksepsi sebagai pokok perkara yang harus disidangkan.

“Tinggal hakim yang menentukan apakah eksepsi itu formal, atau sudah masuk pada pokok perkara atau tidak. Kalau memasuki pokok perkara, maka eksepsi ditolak, sehingga kita siap untuk memasuki tahap pembuktian,” jelasnya.

Ia pun mengatakan, salah satu bukti yang memperkuat eksepsi mereka bahwa Jonas tak melakukan tindak pidana korupsi dan menyebabkan kerugian negara yakni sejumlah tanah kapling yang disita Kejaksaan memiliki pelepasan hak atas tanah oleh Bupati Kupang pada tahun 1994.

Menurut Yanto, yang dilakukan Jonas tak menyalahi aturan sebab tanah tersebut bukan milik Pemerintah Kota Kupang, melainkan tanah negara. Bahkan atas izin prinsip Menteri Dalam Negeri dan Gubernur NTT saat itu.

BACA JUGA: Jonas Salean Tiba di Pengadilan Tipikor, Sidang Pagi Ini Mendengar Putusan Sela

“Sehingga aturan Permendagri Tahun 2016 yang dijadikan sebagai rujukan untuk menunjuk terdakwa Jonas Salean melakukan tindakan melawan hukum dan atas kewenangannya itu tidak tepat,” lanjut Yanto.

Dengan demikian, Yanto menegaskan, dakwaan penuntut umum tidak masuk dalam tindak pidana korupsi, dan menjadi kewenangan Pengadilan Tipikor, tetapi menjadi ranah peradilan sengketa tata usaha negara atau sengketa perdata yang tunduk pada peradilan umum.

“Kami akan membuktikan bahwa peristiwa yang didakwakan oleh penuntut umum bukan tindak pidana korupsi,” pungkasnya. (rnc04)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed